Bahaya Tidak Menutup Kloset Saat Menyiram, Bisa Kena Penya「betvicor」kit Menular

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:LiveBaccaratRegistration

Setbetvicoridakbetvicornya, rata-rata oranbetvicorg menyiram kloset libetvicorbetvicorma kali dalam sehari. Sayangnya, kebanyakan dari kita salah melakukannya. Kita sering kali menyiram kloset tanpa menutupnya lantaran jijik dan mengganggap tutup kloset merupakan benda kotor. 

Padahal, tidak menutup tutup kloset sebelum menyiram jauh lebih kotor dan bahaya dibanding memegangnya, yang kemudian bisa dibersihkan dengan mencuci tangan.

Menutup kloset saat menyiram merupakan hal penting yang tidak boleh dilewatkan atau dianggap remeh. Pasalnya, tidak menutup tutup kloset saat menyiram dapat menyebabkan sejumlah bakteri jahat menyebar ke seluruh kamar mandi.

Baca juga: Cara Sederhana untuk Membersihkan Kloset Secara Alami

Baca juga: 7 Benda yang Tidak Boleh Dibuang ke Kloset

Baca juga: 5 Penyebab Kloset Mampet yang Harus Diketahui

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah menjadi kebiasaan umum bahwa sehabis membuang air kecil maupun besar tentu kita akan langsung menyiramnya atau menekan flush pada kloset untuk menyiramnya. 

Ketika menekan tombol flush, kloset tidak hanya menarik kotoran ke dalam pipa saluran pembuangan, tetapi juga melepaskan berbagai partikel apa pun dalam kloset yang disebut "toilet plume" ke udara selam pembilasan.

Baca juga: Simak, Cara Membersihkan Noda Urine pada Dudukan Kloset

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Misalnya, muntah dan feses dapat mengandung konsentrasi patogen yang tinggi seperti Shigella, Salmonella, bahkan norovirus. 

Selain itu, patogen dan bakteri ini mampu bertahan hidup di kamar mandi selama berjam-jam, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan.

Dilansir dari laman Family Handyman, Kamis (5/8/2021), studi yang diterbitkan dalam American Journal of Infection Control pada 2013 mengungkapkan bahwa menyiram kloset tanpa menutupnya dapat mengancam berbagai risiko kesehatan. 

Bahkan, patogen dan bakteri tersebut dapat menghasilkan aerosol yang berpotensi menularkan penyakit menular seperti influenza dan batuk. 

Toilet plume yang dilepaskan ini pada dasarnya adalah semprotan berisi mikroba dan bakteri mikroskopis, termasuk e-coli. Mikroba tersebut berasal dari penyakit menular yang ada di toilet.